Berita PUSKESAD
"Selalu Kompak dan Patuh"

PEKANBARU, kesad.mil.id - Kepala
Pusat Kesehatan TNI AD (Kapuskesad) Mayjen TNI dr. Purwo Setyanto, Sp.B.,
M.A.R.S membuka secara resmi Penelitian uji
Vaksin Malaria di Batalyon Infanteri 132/Bima Sakti Bangkinang Pekan
Baru, Selasa (14/6/2022).
Penelitian ini merupakan kerja
sama antara Puskesad dengan Pusat Riset Biologi Molekuler Eijkman dan Fakultas
Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), serta merupakan penelitian uji vaksin
malaria pertama di dunia yang diberikan kepada
prajurit dalam usaha mencegah
terpaparnya parasit malaria yang saat ini masih
menghantui para prajurit TNI AD
yang akan melaksanakan tugas di daerah endemik.
Uji vaksin Indonesia malaria
berbahan dasar sporozoit falciparum
merupakan tindak lanjut dari penelitian Malaria yang berjudul " Keamanan, Tolerabilitas, Imunagenitas dan efektifitas perlindungan terhadap penularan
alamiah malaria."
Ada dua vaksin malaria dari
Sanaria yang diuji cobakan yaitu Vaksin Sporozoit
Plasmodium Falciparum (PfSpz) dan
Vaksin Sporozoit Plasmodium Falciparum Challenge
Vaccine (PfSpz-CVac). Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Mei 2022
sampai dengan bulan Desember 2023 dengan melibatkan personel Batalyon 132/Bima
Sakti yang akan melaksanakan tugas operasi ke daerah endemik Papua.
Manfaat yang diharapkan dari
penelitian uji vaksin malaria ini adalah diperolehnya perlindungan
terhadap prajurit dari infeksi malaria
selama penugasan dan pantauan kesehatan yang ketat.
Hadir dalam acara pembukaan
uji vaksin malaria Kasrem 033/Wira Pratama Kolonel Inf Sianturi dan Staf,
Dirlitbang Puskesad Kolonel Ckm dr. I Made Mardika, Sp.PD., M.A.R.S, Danyonif
132/Bima Sakti, Tim peneliti dari Pusat Riset Biologi Molekuler Eijkman, yang
diketuai oleh Prof dr. Amin Soebandrio. Selesai acara Kapuskesad dan rombongan
berkesempatan meninjau ke fasilitas penelitian uji vaksin Malaria di Tonkes
Yonif 132/BS. (penpuskesad)